Hengky Honandar Tunjukkan Komitmen Lindungi Bitung dari Ancaman Karhutla
- Penulis : Redaksi
- | Kamis, 03 Sep 2026 19:49 WIB
Detik77news.id | Bitung, - Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E. memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), yang digelar di Lapangan Sari Cakalang, Kamis (3/9/2026) pagi.
Apel tersebut diikuti personel TNI-Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bitung, BPBD Kota Bitung, BNPB, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kesehatan, serta para camat.
Usai apel, Wali Kota Hengky Honandar bersama Dandim 1310/Bitung Dewa Made DJ, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., serta jajaran Forkopimda melakukan pengecekan kendaraan dan sarana pendukung yang disiapkan untuk penanggulangan Karhutla.
Dalam sambutannya, Hengky Honandar menegaskan bahwa apel gelar pasukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bukti nyata kesiapsiagaan dan sinergi terpadu antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh komponen terkait dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Hutan dan lahan merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang harus kita jaga dan lestarikan. Selain menjadi penyangga keseimbangan ekosistem, hutan memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air, kualitas udara, keanekaragaman hayati serta menjadi sumber kehidupan masyarakat,” ujar Hengky.
Ia mengingatkan, Karhutla dapat menimbulkan dampak luas, bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan, aktivitas sosial dan ekonomi hingga kelancaran transportasi.
“Apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, dampaknya tidak hanya merusak lingkungan. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat, menghambat aktivitas sosial dan ekonomi, mengganggu transportasi serta berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar apabila tidak segera ditangani,” tegasnya.
Menurut Hengky, kondisi cuaca yang cenderung kering dan meningkatnya potensi kebakaran menuntut seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan. Karena itu, ia menekankan penanganan Karhutla harus dilakukan secara serius, cepat, terpadu dan berkelanjutan.“Jangan Tunggu Api Membesar”.
Hengky Honandar memberikan pesan tegas kepada seluruh pasukan gabungan agar tidak menunggu api berkembang menjadi lebih besar.
“Dalam penanganan Karhutla, kecepatan adalah kunci. Jangan menunggu api membesar, temukan sedini mungkin, laporkan secepat mungkin dan padamkan sebelum meluas.”Ia kemudian menyampaikan empat hal penting kepada seluruh unsur TNI, Polri, Pemerintah Kota Bitung, BNPB, Basarnas dan unsur terkait lainnya.
Pertama, mengutamakan sinergitas dan solidaritas. Tidak boleh ada ego sektoral dalam menghadapi bencana. Seluruh unsur harus membangun komunikasi yang baik, mengoordinasikan setiap langkah dan saling mendukung sesuai tugas serta tanggung jawab masing-masing.
Kedua, meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan bertindak. Setiap informasi mengenai titik api harus segera ditindaklanjuti. Deteksi dan pemantauan harus dilakukan secara maksimal agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Ketiga, mengutamakan keselamatan personel. Petugas diminta tidak bertindak gegabah, memahami kondisi medan, memperhatikan arah angin, menggunakan kelengkapan yang sesuai serta selalu melakukan koordinasi sebelum mengambil tindakan.
“Keberhasilan tugas bukan hanya ketika api berhasil dipadamkan, tetapi juga ketika seluruh personel dapat kembali dengan selamat,” ujarnya.
Keempat, mengedepankan upaya pencegahan. Penanganan Karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, peningkatan patroli di wilayah rawan serta pembangunan kepedulian bersama harus terus diperkuat.
Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat Kota Bitung menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla. Masyarakat diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, tidak melakukan pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Apabila menemukan asap, titik api atau indikasi terjadinya kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat atau pihak terkait agar dapat ditangani secepat mungkin.
“Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan kita dalam mencegah dan menangani Karhutla. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap potensi kebakaran,” pungkas Hengky. (Arie Alfrits)
