Bupati Sidoarjo Pastikan Tak Ada Santri Meninggal dalam Dugaan Keracunan Massal di Ponpes Mambaul Hikam
- Penulis : Redaksi
- | Rabu, 02 Sep 2026 07:00 WIB
Detik77news.id | SIDOARJO – Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH., M.Kn., bergerak cepat mengecek kondisi para santri yang diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.
Bupati Subandi didampingi Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sidoarjo Eri Sudewo, saat menjenguk para santri pada Selasa malam (1/9/2026).
Rombongan terlebih dahulu mendatangi Pondok Pesantren Mambaul Hikam untuk melihat langsung kondisi para santri. Selanjutnya, Bupati bersama rombongan mengunjungi sejumlah rumah sakit yang menangani para santri, di antaranya RS Delta Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan para santri yang mengalami keluhan mendapatkan pelayanan medis secara cepat dan optimal.
Di hadapan awak media, Bupati Subandi menegaskan bahwa tidak ada santri yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis dan kondisi mereka berangsur membaik.
“Tidak ada yang meninggal. Semua pasien sudah tertangani dengan baik. Kalau nanti ada berita yang menyebut ada yang meninggal, itu tidak benar. Kami sudah memastikan dan mengecek langsung kondisi para santri di rumah sakit,” tegas Subandi saat berada di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
Sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah, Bupati Subandi meminta jajaran Pemkab Sidoarjo terus berkoordinasi dengan rumah sakit yang merawat para santri. Ia menekankan agar pelayanan dan penanganan medis diberikan secara maksimal.
“Kami berkoordinasi dengan semua rumah sakit untuk melakukan penanganan dan memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, sekitar 200 santri mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit. Sebagian pasien disebut telah mengalami perbaikan kondisi dan berpotensi diperbolehkan pulang.
“Yang di rumah sakit ini kurang lebih 200-an. Cuma sudah membaik semuanya. Sebagian nanti bisa pulang karena kondisinya sudah baik,” kata Subandi.
Sementara itu, lebih dari 58 santri menjalani perawatan di RS Siti Hajar. Kondisi mereka dilaporkan baik dan masih mendapatkan pemantauan dari tenaga medis.
Bupati Subandi juga mengimbau para wali santri agar tetap tenang dan tidak panik. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus memantau perkembangan kondisi para santri hingga seluruhnya dinyatakan pulih.
“Saya mengimbau para wali santri semuanya, tidak usah ada kekhawatiran. Kami sebagai pimpinan daerah sudah memaksimalkan penanganan. Insya Allah semua santri akan sembuh,” ujarnya.
Selain memastikan penanganan medis berjalan maksimal, Pemkab Sidoarjo juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penyebab kejadian tersebut.
Bupati Subandi menyatakan akan memanggil Dinas Kesehatan Sidoarjo serta Dinas Perizinan dan Penanaman Modal untuk menindaklanjuti dugaan keracunan tersebut.
“Besok kami panggil Dinas Kesehatan dan Dinas Perizinan. Jika nanti hasil pemeriksaan memastikan kejadian ini disebabkan oleh makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), tentu akan segera kami tindak lanjuti,” jelasnya.
Pemeriksaan nantinya mencakup kelayakan makanan, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan hingga penyajian. Aspek perizinan terhadap penyedia makanan juga akan diperiksa bersama dinas terkait.
“Kami akan melihat bagaimana proses kelayakan makanannya. Mulai pengolahan seperti apa, termasuk izin-izinnya. Semua akan kami cek dan tindak lanjuti bersama dinas terkait,” tegas Subandi.
Pemkab Sidoarjo memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak rumah sakit serta instansi terkait guna memastikan seluruh santri mendapatkan penanganan terbaik hingga kondisi mereka benar-benar pulih.
