Dugaan Judi Karangduren Dipertanyakan, Mbah Semar: Wartawan Wajib Verifikasi
- Penulis : Redaksi
- | Minggu, 23 Agu 2026 10:43 WIB
Detik77news.id | JEMBER – Pemberitaan mengenai dugaan aktivitas perjudian sabung ayam di wilayah Karangduren, Kabupaten Jember, kembali menjadi sorotan. Informasi tersebut sebelumnya diberitakan salah satu media online dan menyebut dugaan aktivitas perjudian kembali beroperasi.
Namun, muncul pertanyaan mengenai proses peliputan dan verifikasi yang dilakukan sebelum informasi tersebut diterbitkan. Mulai dari sumber informasi, bukti di lapangan, hingga konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
Praktisi media, Mbah Semar, mengatakan bahwa kebebasan pers harus tetap disertai tanggung jawab jurnalistik.
“Wartawan jangan hanya menerima informasi dari seseorang kemudian langsung menjadikannya berita. Harus ada cek fakta, verifikasi dan konfirmasi. Kalau menyangkut lokasi, seharusnya turun langsung ke lapangan,” tegasnya.
Menurut Mbah Semar, penggunaan kata “dugaan” dalam pemberitaan memang penting untuk menjaga asas praduga tak bersalah. Namun, kata tersebut bukan berarti wartawan bebas dari kewajiban melakukan verifikasi.
Ia juga menyoroti penggunaan foto maupun flyer dalam pemberitaan. Menurutnya, setiap dokumentasi harus jelas konteksnya, mulai dari waktu, lokasi, hingga keterkaitannya dengan peristiwa yang diberitakan.
“Kalau memberitakan dugaan perjudian, konfirmasi jangan hanya kepada sumber informasi. Aparat penegak hukum, pemerintah desa dan pihak terkait juga perlu dimintai keterangan agar berita berimbang,” ujarnya.
Mbah Semar menegaskan, kritik tersebut bukan berarti membela aktivitas perjudian. Jika benar ditemukan perjudian, aparat penegak hukum harus bertindak sesuai aturan.
“Kalau benar ada perjudian, berantas. Kalau tidak benar, jangan membuat masyarakat percaya terhadap sesuatu yang belum terbukti,” katanya.
Ia pun mengingatkan wartawan agar tidak hanya mengejar viral dan traffic, tetapi tetap mengutamakan fakta serta Kode Etik Jurnalistik.
“Turun ke lapangan, cari fakta, verifikasi, konfirmasi dan berimbang. Jangan mengubah kabar menjadi fakta sebelum benar-benar teruji,” pungkasnya.
Editor : Redaksi