Kedatangan Petugas Gabungan di Pasar Buah Tanjungsari Tuai Pertanyaan Pedagang

Reporter : Redaksi

Detik77news.id | SURABAYA – Kedatangan petugas gabungan di kawasan Pasar Buah Tanjungsari, Surabaya, pada Sabtu (19/9/2026) malam, menuai pertanyaan dari sejumlah pedagang dan pihak keamanan pasar.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 20.38 WIB. Seorang pria yang belum dikenal terlihat mengambil sejumlah foto di sekitar kawasan pasar. Aktivitas tersebut kemudian menarik perhatian pedagang dan petugas keamanan yang selanjutnya menegur serta menanyakan maksud kedatangannya.

Namun, pria tersebut disebut tidak memberikan penjelasan terkait identitas maupun kepentingannya berada di lokasi. Saat diminta membuka masker, pria tersebut justru meninggalkan kawasan pasar.

Tidak lama berselang, petugas gabungan datang ke lokasi dan terlihat melakukan pengambilan foto di sekitar kawasan pasar. Pihak pasar yang mempertanyakan tujuan kegiatan tersebut mengaku belum memperoleh penjelasan secara jelas.

Setelah beberapa saat berada di lokasi, petugas kemudian meninggalkan kawasan pasar.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang mempertanyakan tujuan kedatangan dan aktivitas pengambilan foto yang dilakukan di kawasan pasar. Sebagian pedagang khawatir kegiatan tersebut berkaitan dengan rencana penertiban atau kebijakan tertentu yang dapat berdampak terhadap aktivitas perdagangan mereka.

Pasar Menjadi Sumber Penghidupan Pedagang
Bagi para pedagang, Pasar Buah Tanjungsari bukan sekadar tempat untuk menjalankan aktivitas perdagangan. Kawasan tersebut menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat yang menggantungkan kebutuhan ekonomi keluarganya dari aktivitas jual beli.

Karena itu, pedagang berharap setiap kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan keberadaan dan aktivitas pasar dapat dilakukan secara terbuka dengan mengedepankan komunikasi serta dialog bersama para pedagang.

“Pasar adalah jantung ekonomi negara. Rakyat butuh makan, rakyat butuh pekerjaan. Jangan bunuh kami atas nama Perwali,” ungkap salah seorang pedagang yang menyampaikan keresahannya.

Sejumlah pedagang juga mempertanyakan adanya kemungkinan kepentingan tertentu di balik aktivitas tersebut. Namun, hingga kini belum terdapat informasi atau bukti yang dapat memastikan adanya pihak tertentu yang memesan atau mengarahkan kegiatan tersebut.

“Apakah ini pesanan oligarki?” menjadi salah satu pertanyaan yang disampaikan pedagang sebagai bentuk kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha mereka.

Pedagang berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat memberikan penjelasan mengenai tujuan kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang dialog sebelum mengambil kebijakan yang berpotensi berdampak terhadap mata pencaharian masyarakat.

Mereka juga berharap kebijakan yang diterapkan dapat memperhatikan kondisi masyarakat kecil dan tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan yang berbeda.

“Jangan cekik rakyat kecil dengan tangan besimu. Jangan sampai hukum pemerintah tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas,” tegas aspirasi yang disampaikan pedagang.

Para pedagang meminta Pemerintah Kota Surabaya mengedepankan dialog, pendekatan kemanusiaan, serta solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan keberlangsungan ekonomi rakyat.

Bagi mereka, keberadaan pasar bukan hanya menyangkut tempat berdagang, tetapi juga berkaitan langsung dengan nafkah keluarga dan masa depan anak-anak mereka.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Surabaya maupun pihak terkait mengenai tujuan kedatangan petugas gabungan dan aktivitas pengambilan foto di kawasan Pasar Buah Tanjungsari.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru