Lamong Cukur Buka Peluang Kerja bagi Warga Sekitar Terminal Teluk Lamong

Reporter : Redaksi
Peserta memperoleh pembekalan teknik mencukur, mulai dari keterampilan dasar hingga standar pelayanan barbershop.

SURABAYA, Detik77news.id — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) meresmikan program Lamong Cukur, inovasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar melalui pelatihan keterampilan barbershop hingga penyerapan tenaga kerja.

Program yang diresmikan pada Kamis (8/10/2026) ini menyasar masyarakat Ring 1 atau warga di sekitar wilayah operasional perusahaan. Selain memberdayakan masyarakat, Lamong Cukur menghadirkan layanan cukur rambut bagi pengguna jasa dan pengemudi truk yang beraktivitas di terminal.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, mengatakan program TJSL perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan.

“Yang paling penting adalah bagaimana keterampilan yang diberikan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkarya, bekerja, maupun berwirausaha secara mandiri. Kami ingin program TJSL tidak berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar mampu menciptakan peluang ekonomi,” ujar David.

Peserta Jalani Pelatihan dan Magang
Program Lamong Cukur dimulai dengan pelatihan pada 10–12 Agustus 2026. Peserta memperoleh pembekalan teknik mencukur, mulai dari keterampilan dasar hingga standar pelayanan barbershop.

Untuk meningkatkan kesiapan kerja, peserta kemudian menjalani magang sepanjang September 2026 di barbershop profesional. Mereka mendapatkan pengalaman langsung dalam keterampilan teknis, pelayanan pelanggan, kedisiplinan, serta operasional usaha.

Dari rangkaian pelatihan dan magang tersebut, peserta yang berasal dari masyarakat Ring 1 berhasil terserap sebagai barber di Lamong Cukur. Program ini menjadi salah satu upaya TTL menghubungkan peningkatan kompetensi dengan kesempatan kerja nyata.

Layanan Cukur Manfaatkan Waktu Tunggu Pengemudi
Selain membuka peluang kerja, Lamong Cukur memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa terminal, khususnya pengemudi truk yang menunggu proses pelayanan atau beristirahat di kawasan Terminal Teluk Lamong.

Layanan tersebut memungkinkan pengemudi memanfaatkan waktu tunggu secara lebih produktif. Dengan demikian, program ini menggabungkan pemberdayaan masyarakat dengan penyediaan layanan yang mendukung aktivitas di lingkungan terminal.

David mengatakan TTL akan terus memetakan potensi dan kebutuhan masyarakat sekitar untuk mengembangkan program TJSL yang relevan.

“Ke depan, kami akan terus memetakan potensi dan kebutuhan masyarakat sekitar. Jika program ini berkembang dengan baik dan kebutuhannya memang ada, Lamong Cukur dapat dikembangkan ke lokasi berikutnya agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” katanya.

Camat Asemrowo Apresiasi Program Pemberdayaan
Camat Asemrowo, Zul Chaidir, mengapresiasi kontribusi PT Terminal Teluk Lamong dalam mendukung masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Ia berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dapat terus berlanjut melalui program penciptaan kesempatan kerja, peningkatan keterampilan, serta pemberdayaan ekonomi.

Melalui Lamong Cukur dan program TJSL lainnya, TTL berupaya memperkuat kontribusi sosial dan ekonomi perusahaan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat di sekitar kawasan operasionalnya.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru